SEJARAH DESA

  20 Maret 2017  |  DESA GRAJAGAN

Sejarah Desa Grajagan

Pada jaman dahulu sekitar tahun 1805 di wilayah Kabupaten Banyuwangi paling selatan tepatnya di tepi pantai Samudera Indonesia atau biasa disebut pantai laut Selatan (jawa: segoro kidul) berkumpulah sekolompok orang yang konon berasal dari daerah jawa tengah atau lebih dikenal dengan sebutan orang Mentaram yang di pimpin oleh Ki Ageng Wilis, adapun tujuan dari kelompok itu adalah untuk membuka hutan yang akan dijadikan perkampungan dan lahan pertanian untuk kehidupan mereka.

Setelah beberapa tahun bermukim disana, kelompok itu semakin lama semakin berkembang sehingga terbentuklah sebuah perkampungan yang dipimpin oleh seorang ketua kampung yang sangat disegani, bernama Wono Samudro (selanjutnya adik Wono Samudro yang bernama Pringgo Kusumo kemudian menjadi salah seorang Bupati Banyuwangi kala itu)

Di bawah pimpinan Wono Samudro perkampungan yang sebelumnya hanya dihuni oleh beberapa keluarga saja kemudian kian berkembang, sehingga menjadi sebuah perkampungan yang cukup ramai penduduknya dan diberi nama kampung Grojokan.

Pemberian nama Grojokan konon bermula dari kata Grojokan (bahasa Jawa) karena di daerah tersebut selalu terdengar suara ombak laut selatan yang bergemuruh yang terdengar seperti suara grojokan.

Tahun demi tahun kampung Grojokan terus berkembang, kemudian berubah menjadi sebuah desa yang mandiri dan diberi nama Desa Grajagan, setelah berkembang menjadi sebuah Desa, kepemimpinan Desa Grajagan pada saat itu tetap dipegang oleh Wono Samudro dengan sebutan lurah Grajagan, adapun wilayah Desa Grajagan pada saat itu wilayahnya sangat luas, hingga wilayah alas purwo.

Seiring dengan bergulirnya waktu, kepemimpinan di Desa Grajagan mengalami beberapa kali pergantian bahkan wilayah Desa Grajagan yang pada awalnya meliputi wilayah yang cukup luas juga mengalami beberapa kali pemecahan/pemekaraan, berikut ini dipaparkan sejarah kepemimpinan Desa Grajagan :

  1. Wono Samudro memimpin Desa Grajagan mulai tahun 1830 sampai beliau meninggal pada tahun 1890 dan dimakamkan di Daerah Grajagan Pantai, di tempat itu pula dimakamkan saudara perempuannya yang dikenal dengan sebutan Buyut Nembok
  2. Sepeninggal Wono Samudro kepemimpinan Desa Grajagan dipegang oleh Rekso Samudra. Lurah Rekso Samudro Memimpin Desa Grajagan mulai tahun 1890 sampai dengan tahun 1930, pada tahun 1931 lurah Rekso Samudro meninggal dunia dan dimakamkan pula di tempat yang sama, sampai saat ini ketiga makam tersebut masih terpelihara dan dikeramatkan oleh masyarakat Desa Grajagan.
  3. Sepeninggal Rekso Samudro kepemimpinan desa grajagan dipegang oleh Tirto Samudro mulai tahun 1931–1950. Pada masa kepemimpinan lurah Tirto Samudro tepat pada tahun 1938 pusat pemerintahan Desa mengalami perpindahan, yaitu dari yang semula berada di tepi pantai ( Wilayah Dusun Grajagan Pantai saat ini) ke wilayah utara yang saat ini bernama Dusun Curahjati pada saat pemeritahan Tirto Samudro ini pula terjadi pemecahan /pemekaran Desa Grajagan menjadi tiga Desa yaitu Desa Grajagan, Desa Purwoasri dan Desa Kendalrejo.

Pada tahun 1950 lurah tirto Samudro meninggal dunia dan dimakamkan di pemakaman umum Dusun Curahjati.

  1. Selanjutnya kepemimpinan di Desa Grajagan dilanjutkan oleh Carik Noto Sudarmo, beliau menjabat lurah Grajagan mulai tahun 1950 sampai dengan meninggal dunia pada tahun 1968 dan dimakamkan pemakaman umum Dusun Curahjati.
  2. Pada tahun 1969 setelah meninggalnya lurah Noto Sudarmo untuk pertama kalinya Kepala Desa Grajagan dipilih secara langsung oleh masyarakat dengan tata cara Demokrasi melalui pemilihan Kepala Desa secara langsung, hasil pemilihan Kepala Desa yang pertama pada saat itu dimenangkan oleh Anas Makruf. Pada masa kepemimpinan Anas Makruf Desa Grajagan dipecah lagi menjadi dua Desa yaitu : Desa Grajagan, dan Desa Sumberasri, dimana Desa Grajagan pada saat itu memiliki wilayah dua Dusun yaitu : Dusun Grajagan Pantai dan Dusun Curahjati, Anas Makruf menjabat Kepala Desa Grajagan sampai tahun 1979
  3. Selanjutnya sampai dengan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa berikutnya pada tahun 1982 sementara jabatan Kepala Desa Grajagan dipercayakan kepada saudara Saidi (PJS) yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Dusun Grajagan Pantai.
  4. Pada tahun 1982 dilangsungkan pemilihan kepala Desa Grajagan secara langsung yang kedua. Hasil pemilihan tersebut dimenangkan oleh saudara Untung Ngatiman Kepala Desa Untung Ngatiman memimpin Desa Grajagan hanya selama tiga tahun, tepatnya mulai tahun 1982 sampai tahun 1985.
  5. Selanjutnya mulai tahun 1985 sampai dengan tahun 1990 untuk sementara jabatan Kepala Desa Grajagan dipercayakan kepada saudara Tolu Suparlan (PJS) yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Dusun Curahjati.
  6. Pada tahun 1990 diadakan pemilihan Kepala Desa dan dimenangkan oleh saudara Hadi Sunoto, Kepala Desa Hadi Sunoto Memimpin Desa Grajagan dari tahun 1990 sampai tahun 1998, pada masa pemerintahan Hadi Sunoto Desa Grajagan dibagi menjadi lima Dusun yaitu: Dusun Curahjati, Dusun Bulusari, Dusun Sumberjati, Dusun Grajagan Pantai, Dusun Kampung Baru, setelah masa jabatan Hadi Sunoto berakhir pada tahun 1998 ( sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 1979 tentang pemerintahan Desa masa jabatan seorang Kepala Desa adalah delapan tahun) utuk sementara jabatan Kepala Desa Grajagan tetap di isi oleh saudara Hadi Sunoto sampai dengan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa pada tahun 1999.
  7. Pada tahun 1999 diadakan pemilihan Kepala Desa dan dimenangkan oleh saudara Y. Suwarmin BA, Beliau menjabat Kepala Desa Grajagan dari tahun 1999 sampai 2007
  8. Pada tahun 2007-2008 jabatan Kepala Desa Grajagan dipegang oleh saudara Drs. Ponirin (PJS) yang pada saat itu mejabat sebagai Sekretaris Desa.
  9. Pada tahun 2008 diadakan pemilihan Kepala Desa dan di menangkan oleh saudara Buntas Triono dan beliau menjabat Kepala Desa Grajagan dari tahun 2008 sampai Tahun 2013.
  10. Pada tahun 2013 kembali diadakan pemilihan kepala desa grajagan secara langsung, dan dimenangkan oleh saudara Supriyono, Kepala Desa Grajagan Supriyono memimpin Desa Grajagan dari tahun 2013 dan akan berakhir pada tahun 2020.

 

No

Nama

Tahun

Keterangan

1

Wono Samudro

1830-1890

Penunjukan

2

Rekso Samudro

1890-1930

Penunjukan

3

Tirto Samudro

1931-1950

Penunjukan

4

Noto Sudarmo

1950-1968

Penunjukan

5

Anas Makruf

1969-1979

Pemilihan

6

Saidi

1979-1982

PJS

7

Untung Ngatiman

1982-1995

Pemilihan

8

Tolu Suparla

1985-1980

PJS

9

Hadi Sunoto

1990-1999

Pemilihan

10

Y. Suwarmin

1999-2007

Pemilihan

11

Drs. Ponirin

2007-2008

PJS

12

Buntas Triono

2008-2013

Pemilihan

12

Supriyono

2014-2020

Pemilihan

 

Sumber: Kantor Desa Grajagan 2014

 

Sejarah pembangunan Desa Grajagan masa lalu:

Pada masa lalu mengenai pembangunan masih banyak yang sifatnya gotong royong, misalnya pembuatan Jembatan, jalan dan saluran irigasi yang seluruhnya swadaya masyarakat sendiri, dan dengan mudah masyarakat diajak bekerja gotong royong, namun lama kelamaan gotong royong tersebut semakin berkurang

 

Sejarah pembangunan Desa Grajagan masa kini :

Dengan banyak warga yang sudah dilatih dalam bidang pembangunan Desa, maka pembangunan tersebut tidak hanya dikelola oleh LPMD Saja tetapi banyak kelompok masyarakat yang turut serta terjun dalam pembangunan Desa.

 

Desa Grajagan mendapatkan pengaspalan jalan menghubungkan antar Desa pada tahun 1875 sehingga transportasi perdagangan hasil bumi dan laut lebih lancar, pada tahun 1994 program listrik masuk desa sehingga kreatif masyarakat mulai berkembang antara lain, pertukangan dan kerajinan rumah tangga.

 

Pada tahun 1998 program PDM-DKE Plengsengan saluran air Dusun Kampung Baru Rt.04 /II dan pengerasan jalan Dusun Bulusari sepanjang 2 Km serta kredit lunak.

 

Pada tahun 2006-2008 program JPES pembangunan di dusun Bulusari, Sumberjati, dan Curahjati berupa jalan telpot.

Pada tahun 2008 mendapat program PPIP berupa pengerasan jalan Dusun Bulusari, pengerasan jalan dan plengsengan Dusun Sumberjati, , Pengerasan jalan Dusun Grajagan Pantai dan Kampung Baru.

 

Pada tahun 2008-2010 mendapat bantuan Dana P2JD Plus berupa pengaspalan jalan Dusun Curahjati, Sumeberjati, dan Bulusari.

 

Pada tahun 2009-2010 mendapat proyek dari PNPM perdesaan berupa pembangunan Bango pada sebanyak 14. unit, jalan telpot Dusun Sumberjati, dan Bulusari, serta kredit lunak kepada kelompok perempuan.

 

Setiap tahun Desa Grajagan mendapat bantuan dana dari Alokasi Dana Desa (ADD) namun belum terlihat adanya pembangunan yang signifikan karena Desa Grajagan wilayahnya sangat luas dan banyak jalan atau sarana transportasi yang rusak, sehingga pembangunan belum merata di seluruh Desa. Maka perlu adanya bantuan berupa pembangunan di segala sektor dari pemerintah pusat maupun Daerah. Sehingga apa yang diharapkan oleh pemerintah Desa maupun masyarakat bisa terwujud.

Contact Details

  Alamat :   Jl. Lapangan Curahjati No. 01 Desa Grajagan Purwoharjo Post 68483
  Email : desagrajagan@gmail.com
  Telp. : 085336130458
  Instagram : @desagrajagan
  Facebook : DesaGrajagan Ku
  Twitter : @desagrajagan


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi